Tag Archives: Cinta

Cinta kah..? Suka kah…?

Lalu kita duduk sejenak menghampiri guratan-guratan senja…
Menatap sulit yang terukir pada tembok-tembok sepi,

Pungut saja reruntuhan hati setelah lewat kemarau mimpi…
Siapa yang melukis gambarmu ditembok ini,
…Kita bahkan tak pernah tahu…

Lalu kita merajut cinta bagai gumpalan awan tak pasti
Hujan kah? Gerimis kah?
Namun tak satu pun diantara kita berani bertanya
Cinta kah? Suka kah….?

Menanti di antara Pelangi

Kenapa harus memusingkan diri dengan awan yang menutupi pelangi…?
kala senja menyeruak, menelan wajah sang surya,
ketika keyakinan kita menjadi redup,
keraguan menyelimuti,
entah sang fajar akan membawakan kita mentari yang sama esok pagi…
bukankah matamu sendiri memintaku bertahan di pelabuhan mimpi…
meski sang waktu membawa sepi melabuhi dermaga hati,

Aku Inginkan Kebebasan… (Part III)

Selagi sebuah kebebasan itu bisa dikatakan BERTANGGUNG JAWAB, why not…?
kita berbicara soal PACARAN dan bukan PERNIKAHAN.
Aku hidup sebagai insan SOSIAL yang menjalani hari2 bukan sebagai PENCINTA semata, tapi perlu BERIBADAH, BEKERJA, KULIAH dan INTERAKSI sosial lainnya dalam kerangka PERSAHABATAN. Bagaimana mungkin aku menyerahkan semua itu kepada seorang WANITA yang berharap aq hidup hanya untuk MENEMANI hari-harinya…

I lasted for 3 years for the hope she will change and learn to understand me, and I gave up.
Please do not judge me anymore.

Aku Inginkan Kebebasan… (Part II)

Benarkah waktu hanya seperti lukisan kecil yang terpampang di tembok sana, jika demikian bagaimana aku bisa melihat hidup dengan cara yang berbeda, menelaah cinta dari kacamata pribadi, kar’na aku yakin masing2 kita punya hati…?

Aku hanya perlu cinta yang lebih dinamis, bukan cinta yang menghujaniku dengan kata tidak ketika aku berkata aku ingin begini, aku ingin begitu, aku ingin kesini dan aku ingin kesitu…?
Aku hanya ingin kebebasan, berkarya lebih banyak, kar’na memang hal paling mempesona yang bisa kulakukan saat ini adalah menolong sesama…

Aku Inginkan Kebebasan… (Part I)

Hari ini bukan kemarin ketika kita menapak rindu di genang telaga,,
Bukan pula ketika kita menulis cinta di iota senja,
Aku lelah,,,
Bila ada cinta hari ini, simpan saja sebagai hiasan hati yang radang…
Aku lelah,,,
Bukan semua insan menginginkan cinta seperti karang rindu yang garang…

Menerima Apa Adanya…

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.

Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Kar’na Cinta bukan sekedar “I Love You” dan “I Love You too”

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Ketika sedang merenovasi
sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok.

Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat
dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal
terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah
paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku
itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu
pertama kali dibangun.