Selamat Natal, 25-12-09

Perjalanan waktu terus merayap, dan sudah hampir tiba di titik batas tahun ini. Banyak nada dan rasa yang sudah kita alami bersama. Bentangan kisah yang seakan menyapu sampai ke kaki langit, menjadi kesan dan irama khas sepanjang tahun ini. Juga tak terhitung lagi, sudah berapa kalikah pujian dan doa kita naikkan, tak sedikit pula cerita maupun sejarah yang kita lupakan.

Waktu dan musim pun terus berganti, berlomba memasuki ruang yang baru. Perubahan yang tak terbandung, namun kita menyadari suatu fakta “kasih Allah tak pernah berubah”.

Kini…
Dengan hikayat cinta yang sama, mengumandangkan irama surgawi, memanggil kita dalam kemesraan kasih Allah melalui kelahiran puteraNya yang tunggal, biarlah pesonaNya senantiasa hadir di tengah-tengah kita, menjemput kita menikmati rasa dan makna Natal ini…

Ia yang terus datang dan akan selalu datang untuk kita, membawa sejuta damai, melawat kita dengan kasih dan cinta.

Kasih Allah telah menghidupkan kembali cahaya di hati, memberi kesejukan ditengah kegalauan, memberi kepastian di setiap jalan berliku, di antara harapan yang hampir pupus, dan yang memastikan keselamatan itu YA dan AMIN.

Selama pagi dan petang masih terus ada, selagi usia masih berlanjut, harapan dan doa pun terus mengalir menyongsong usia Natal yang semakin panjang. Alunan kidung malaikat pun mengingatkan kita, bahwa sang Mesias akan datang berkunjung ke dunia ini : “dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yes 9:5c)

Sang mentari pun tak pernah terlambat untuk bersinar, ketika harus terbenam namun tak pernah terlambat untuk memberikan pagi, sungguh itu tak mampu melebihi kasih dan kesetiaanMu. Terimakasih atas kesetiaanMu Bapa, kasih setia yang melebihi kehidupan kami…

Untuk itu, mari kita anyam cinta dan kasih, kita padukan jiwa antara kita dan Dia, merenda kebaikan hati yang tak pernah menuntut balas. Emas, kemenyan dan mur mungkin kita tak punya, namun segenggam pujian pun akan sangat berharga dimataNya. Karena segala yang terucap akan terus ada, dan segala yang tertulis akan terus terjawab. Demikianlah Allah telah menggenapi setiap nubuatan “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Luk 2:11)”.

Di ruang nurani yang tak ada dusta, sayup terdengar ratap dan tangis dari sekalian insan tak berdaya. Di kaki langit sana terdengar canda tawa, bagai gemuruh menghempaskan badai. Tapi di sini, di alam kesadaran terkuak, kadang kita terbuai dalam alunan nada tanpa irama. Di sana kita menimbang mutiara, tapi di sini kita tawarkan cacat derita. Petuah-petuah suci kita luncurkan, tetapi noda dan cela kita iyakan.

Tuhan…
Kami akui lakoni hidup bagai gerak tanpa sutradara. Setiap tutur dan kata, arah dan langkah, kesemuanya diarahkan oleh hati yang sudah salah. Berikanlah kami terang ya Allah, biarlah kami senantiasa insyaf demi masa lalu, dan bijak meniti masa depan. Kiranya lilin NatalMu, memekarkan cinta dihati yang semakin layu…

Di ruang kesenyapan yang begitu teduh, sayup-sayup namun jelas terdengar, Alkitab mengalunkan nyanyian malaikat. Elok dan indah kabar yang mereka sampaikan, mengiring peristiwa kelahiranNya, Yesus Kristus Tuhan kita…

Mari dengan hati yang tulus, kita sambut nyanyian malaikat, bersama pergi ke sana menyaksikan bayi yang ajaib,

Selagi nafas masih tersisa, kerinduan hati akan tetap berjuang merayakan Natal ini.
Walaupun jalan hidup yang terus terurai, terkadang dikusutkan oleh tekanan dan kegelisahan. Cinta mungkin sudah layu dan hidup mungkin sudah tak wangi. Namun, Seindah kidung penyembahan, sedalam rasa dan harapan, kami yakin dan hanya bertumpu padaMu Tuhan. Terang NatalMu menembus kepekatan hidup. Pesan NatalMu menjadi pelita bagi kami untuk semakin mengenal diri. Dan kasihMu menjadi titian bagi kami dalam merenda hari esok…

Silahkan badai berlalu dari bumi ini, silahkan mendung pergi dan tak pernah kembali. Tak selamanya tangis berkuasa atas diri, tak selamanya duka menghiasi hati. Seperti sang mentari yang tak selamanya tenggelam, sejarah kelahiran Sang Mesias telah merekahkan fajar yang baru, membagikan senyum sorga dan cinta kasih tak berhingga…

Selamat Natal, Selamat Ulang Tahun, Yesusku…

Dia yang telah memberikan Diri, menabur cinta tanpa batas, mengukir kasih hingga ke kedalaman jiwa…

Jangan biarkan bibir ini kelu, bawalah hati mengucapkan selamat datang kepada Dia…

Selamat Natal, Selamat Tahun Baru, semuanya….

Tuhan Memberkati…

Leave a Reply