Diampuni untuk Mengampuni…


Dan ternyata TUHAN memang tidak memberiku pilihan lain selain mengampuni.
Jika aku tidak mengampuni, maka aku membelakangi Dia yang telah terlebih dahulu mengampuni aku.
Jika aku tidak mengampuni, maka segala usaha pertobatanku adalah hanya ‘omong kosong’.
Jika aku tidak mengampuni, maka pengiringanku kepada Kristus hanya ‘kepura-puraan’ belaka.
Jika aku tidak mengampuni, bagaimana aku masih bisa berdoa: “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni…”

Leave a Reply