Dearest,

Sahabat;
Apa kabar?
Kugoreskan sepucuk surat agar kamu tahu betapa Aku sangat memperhatikanmu.

Kemarin,
tatkala kamu tengah berbincang-bincang dengan teman-temanmu, Aku menunggumu dengan segenggam harapan, agar kamu juga mau berbincang denganKu.

Tahukah kamu?
Kuberi kamu senja untuk menutup harimu, Kuhembuskan angin semilir untuk menyejukkanmu,
dan yang paling penting Aku tetap setia menunggumu.
Tapi kamu tak pernah datang, perasaanKu terluka, namun kasihKu padamu tak pernah sirna, karena Aku sahabatmu.

Ketika kamu lelap semalam, ingin Kubelai keningmu, hingga Kucurahkan cahaya rembulan ke wajahmu.
Ingin Aku turun ke bawah, membangunkanmu untuk berbincang-bincang denganKu.
Tahukah kamu?
Selaksa hadiah telah Kupersiapkan untukmu.

Ketika pagi menjelang, segera kamu mulai dengan kesibukanmu, berpacu dengan waktu.
AirmataKu bergulir, ada sebentuk tangis dihatiKu.
Ingin sekali Kubisikkan; Aku cinta padamu!
Kucoba isyaratkan lewat hamparan langit biru, lewat rumput hijau yang bisu.
Dan Kubisikkan lewat gesekan dedaunan, lewat sejuta kembang yang warna-warni.
Telah Kuteriakkan lewat aliran sungai pegunungan, lewat kicauan burung-burung yang beterbangan.

Kuhangatkan kau dengan cahaya mentari.
Agar kau tahu, kasihKu padamu melebihi dalamnya samudra, tak terhingga oleh apapun.
Banyak sekali yang ingin Kubicarakan denganmu.
Datanglah kepadaKu! Berbicaralah padaKu!
Dan jangan lupakan keberadaanKu.

Tak ingin lebih lama Kuusik kamu, semua keputusan ada padamu.
Sekali lagi, Kupilih kamu dan Aku tetap menantimu tanpa batas waktu…

Aku mengasihimu;

YESUS

Leave a Reply