Cinta, Kepercayaan dan Keragu-raguan…

Pernah aku bertanya kepada seseorang tentang apa alasan ia memberikan kepercayaan kepada pasangan.
“Cinta, cinta lah yang membuatku percaya”, begitu jawabnya.
Belakangan aku kembali bertanya kepada seorang yang berbeda, apa yang membuatnya tak percaya kepada pasangannya, jawabnya sama, “Cinta, cintalah yang membuatku selalu harus meragukan dia”.

Yang satu menjadikan cinta sebagai alasan untuk percaya, dia tidak mengharuskan dirinya untuk tau secara rinci tentang apa yang pasangannya kerjakan di luar, dimana dan bersama siapa dia mengerjakannya. Dia hanya percaya saja bahwa setiap yang dilakukan pasangannya adalah kebaikan terutama untuk mereka berdua.
Yang lain menjadikan cinta sebagai alasan untuk meragukan. Dia selalu mempertanyakan segala sesuatu tentang aktivitas pasangannya diluar rumah sampai kepada hal2 kecil sekalipun.
Setiap detik dalam hidupnya adalah ketakutan, takut jikalau orang yang dicintainya tersebut salah melangkah lalu menghianatinya, bahkan meninggalkannya bersama kekasih lain.

Jadi apakah cinta adalah sumber kepercayaan ataukah sekaligus sumber keragu2an…?
Tidak, masalahnya adalah siapa yang lebih mereka cintai. Yang satu lebih mencintai pasangannya, yang lain lebih mencintai dirinya sendiri.

Leave a Reply