Category Archives: Tentang Cinta

Aduh…

Kalau disuruh menulis..
yang ku tuliskan hanya rinduku padamu
Tapi kamu tak pernah membaca surat kabar,
mana kau tahu puisi cintaku padamu dimuat di koran pagi hari Minggu,

Kalau disuruh melukis,
yang ku lukis pun pasti wajahmu.
Tapi kamu tidak pernah menonton pameran lukisan,
mana kau tahu galeri seni itu penuh wajahmu!

Cinta, Kepercayaan dan Keragu-raguan…

Pernah aku bertanya kepada seseorang tentang apa alasan ia memberikan kepercayaan kepada pasangan.
“Cinta, cinta lah yang membuatku percaya”, begitu jawabnya.
Belakangan aku kembali bertanya kepada seorang yang berbeda, apa yang membuatnya tak percaya kepada pasangannya, jawabnya sama, “Cinta, cintalah yang membuatku selalu harus meragukan dia”.

Yang satu menjadikan cinta sebagai alasan untuk percaya, dia tidak mengharuskan dirinya untuk tau secara rinci tentang apa yang pasangannya kerjakan di luar, dimana dan bersama siapa dia mengerjakannya.

Suara Abadi

Hari ini kita bertemu di bawah senja yang basah,
Menatap sekumpulan awan hitam di langit yg lebam.

Hujan sudah menghampiri ribuan kali,
Menenggelamkan mimpi2,
Menagih janji, “kapan entahmu pergi…?”
Namun suaramu masih saja, abadi.
Seakan tak mampu ditelan sunyi…

Rindu sia-sia…

Dan mereka mulai menahan rindu dalam tikaman cemburu…
Mulai kehilangan waktu untuk percaya,
karena sudah terlalu banyak rindu tercipta hanya untuk terbuang sia-sia…

Kutulis Cintaku Dengan Sederhana…

Ku pupuk asa bersama gejolak kasih yang membuncah,
terangkai bagai konstruksi batu pilihan,
jadikannya piramid cinta.

Aku Cinta Kamu…

1001 kata telah terucap,
begitu banyak ekspresi yang terluap,
segudang kata sesempurna ekspresi yang ku berikan,
TIDAK!
Itupun tak pernah cukup untuk memastikan
akan arti tiga kata:
“Aku Cinta kamu….”

Jika ucap dan ekspresi itu tak pernah ada,
Ku tak yakin akan bisa bertahan disini.
Karenanya aku turutkan hati,
untuk tidak jatuh pada kemunafikan,
kini hatiku mendapatkan apa yang jadinya tenang…

Kasmaran

malam ini kita tutup senja dengan sedikit cerita tentang bunga2,
kau pada kaca, aku pada kata,
kita bercengkerama tentang roman masa,
juga sedikit hujan dan beberapa pucuk tawa,
ahh, sejenak kita lupa arah dunia..,

Mendengar Dari Kedua Sisi

Kita tidak bisa hanya mendengar dari satu sisi kemudian serta merta menyalahkan orang lain,
Atau menuntut sesuatu di satu sisi saja, menghakimi orang lain hanya karena pengakuan seseorang.
Setiap orang memiliki kecenderungan untuk membuat cerita sedemikian rupa seolah-olah mereka selalu benar dan orang lah yang salah, maka adalah bijak mendengar dari kedua sisi sebelum terburu-buru menaruh duri di telapak kaki orang lain…

Biarlah Tuhan saja yang mengampuni..,

Setiap menatap matanya aku melihat hanya duka yang tak pernah tersampaikan,
Ia tak membuka bibirnya, tapi luka itu meneriakiku melalui setiap pori-porinya,
Ia menyimpan semua, seakan ingin mengubur kekecewaan kepada malam paling kelam..,

Pentingnya Komunikasi Dalam Sebuah Keluarga

Tidak Seorangpun Benar-benar Memahami Orang Lain

Semakin lama kalian bersama seseorang, semakin sedikit kalian bicara.
Kalian berpikir sudah sangat saling memahami, sehingga tidak banyak yang perlu dibicarakan.
Tapi sebenarnya tidak demikian, tidak ada seorangpun yang benar-benar memahami orang lain, pun isterinya, pun suaminya.
Jadi teruslah berbicara dengan mereka. Jangan biarkan lingkungan kalian tenggelam dalam keheningan.
Sebuah rumah yang hidup harus terisi dengan suara. Orang-orang menyebutnya energi.
Sebuah keluarga yang terbiasa dengan keheningan adalah hal yang menakutkan..,