Category Archives: Inspirasi

Cinta, Kepercayaan dan Keragu-raguan…

Pernah aku bertanya kepada seseorang tentang apa alasan ia memberikan kepercayaan kepada pasangan.
“Cinta, cinta lah yang membuatku percaya”, begitu jawabnya.
Belakangan aku kembali bertanya kepada seorang yang berbeda, apa yang membuatnya tak percaya kepada pasangannya, jawabnya sama, “Cinta, cintalah yang membuatku selalu harus meragukan dia”.

Yang satu menjadikan cinta sebagai alasan untuk percaya, dia tidak mengharuskan dirinya untuk tau secara rinci tentang apa yang pasangannya kerjakan di luar, dimana dan bersama siapa dia mengerjakannya.

Mari kita dandani jiwa..

Mari kita dandani jiwa,
sebelum runtuh cakrawala,
langit berjatuhan,
dan hujan menenggelamkan

Sungguh, diakhir hanya kebenaran yg tetap tinggal.

Be Your BEST…!

Kepribadian adalah sesuatu yang masih bisa diubah, jadi kepribadian yang buruk tidak seharusnya dimasukkan ke dalam komponen yang harus diterima apa adanya.
Menerima apa adanya berbicara tentang sesuatu yang tidak bisa diubah, seperti pesona lahiriah, kesehatan fisik dan kelengkapan jasmani.

Hidup apa adanya berarti hidup dalam kemampuan terbaik yang bisa dilakukan.

Mari Menjadi Berguna…

Janganlah seorang pun menganggap engkau rendah kar’na engkau muda, setiap manusia adalah istimewa, kita dilahirkan untuk menjadi berguna..,

Pengalaman hanya peristiwa, bukan jaminan seseorang lebih dari yang lain.
Demikian pula usia hanya soal angka, tapi kualitas hidup manusia ditentukan oleh kemampuannya mengambil sebanyak mungkin dari apa yang ia alami.
Apalah arti usia yang tinggi, atau pengalaman menjelajahi penjuru bumi jika tak pernah mengambil apa-apa untuk dipelajari? Itu tidak lebih kepada mencari kepuasan mata dan langkah kaki….

KEBENARAN vs PEMBENARAN

Orang mendambakan sebenar-benarnya kebenaran tetapi mereka terlalu sibuk mencari pembenaran atas dirinya sendiri, mengutif sebagian isi kitab suci hanya agar orang lain menganggap mereka BENAR.

Mereka mencari PEMBENARAN, bukan KEBENARAN, itulah mengapa mereka tidak pernah menemukannya.

 

Kelompok-kelompok tertentu malah lebih ajaib, mereka mampu memberikan tuduhan atas sesuatu yang sebenarnya mereka lakukan. Sekali lagi itu semua hanya untuk pembenaran.

Pembenaran

Setiap orang itu dikaruniai kemauan dan kemampuan untuk mempertahankan diri,
hanya saja kadang-kadang karunia ini dipergunakan secara berlebihan,
sehingga kekeliruan yang jelas-jelas salah pun masih berusaha dicari pembenarannya.

Hanya orang yang berjiwa besar yang mampu menerima kebenaran,
dan bukan tetap pada kesombongan.

Namaku “DUIT”

(Rugi kalau ga baca, dan jangan lupa share)

Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.
Aku juga “bisa” mengubah Perilaku, bahkan sifat manusia karena manusia mengidolakan aku.
Banyak orang mengubah kepribadiannya,­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

Diampuni untuk Mengampuni…


Dan ternyata TUHAN memang tidak memberiku pilihan lain selain mengampuni.
Jika aku tidak mengampuni, maka aku membelakangi Dia yang telah terlebih dahulu mengampuni aku.
Jika aku tidak mengampuni, maka segala usaha pertobatanku adalah hanya ‘omong kosong’.
Jika aku tidak mengampuni, maka pengiringanku kepada Kristus hanya ‘kepura-puraan’ belaka.
Jika aku tidak mengampuni, bagaimana aku masih bisa berdoa: “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni…”

Tetap berjuang, kawan!

Jangan pernah katakan ‘Selamat Tinggal’ , katakan saja ‘Sampai Jumpa’.

Perbedaan ungkapan ‘Selamat Tinggal’ dan ‘Sampai Jumpa’ terletak pada PENGHARAPAN yang terkandung di dalamnya..,

Hidup tanpa pengharapan itu sangat menyedihkan, kawan..,
Jangan hiraukan suara2 sumbang di kiri kananmu, tetaplah menari dalam notasi KEBENARAN, kar’na hari esok TUHAN yang menentukan.

Karena yang BAIK belum tentu BENAR!

Bahkan kata2 yang baik pun tidak selalu berarti baik di telinga sebagian orang, apalagi kata2 yg buruk.
Apakah dengan umpatan, fitnah dan caci maki kita mau menunjukkan bahwa JALAN kita adalah sebenar2nya jalan?
Atau sebagian dari kita telah keliru dalam memilih dan memilih yang mana yang BENAR dan yang mana yg sekedar BAIK saja.
Berbohong untuk kebaikan, memfitnah untuk kebaikan, mencaci untuk kebaikan, membunuh untuk KEBAIKAN…?
Lalu dimana KEBENARAN…?

Kar’na yang BAIK menurut kita, belum tentu adalah keBENARan.