Biarlah Tuhan saja yang mengampuni..,

Setiap menatap matanya aku melihat hanya duka yang tak pernah tersampaikan,
Ia tak membuka bibirnya, tapi luka itu meneriakiku melalui setiap pori-porinya,
Ia menyimpan semua, seakan ingin mengubur kekecewaan kepada malam paling kelam..,

Mungkin terlambat untukku menyadari bahwa ternyata ketika melihat orang yang kucintai menderita,
aku pun sedang menuju penderitaan yang sama kar’na melihatnya terluka.
Hanya.. kepercayaan yang masih tersisa, biarlah menjadi keyakinan kami menapaki sisa jejak waktu..,

Terimakasih Tuhan memberiku seorang pendamping hidup,
yang mencintaiku yang tak sempurna,
dengan sempurna..,

Biarlah Tuhan saja yang mengampuni..,

Leave a Reply