Ayahku Luar Biasa (I)

Abah

Ayahku memang hanya orang biasa, dia tidak kaya maupun semarak seperti ayah lainnya.
Dia tidak memiliki hal-hal berharga yang bisa kulihat dengan kedua mataku.
Hartanya adalah keluarganya, pengabdian yang meluluhlantakkan setiap badai dan cobaan.
Kesabaran yang membuatnya bertahan, mampu menghujam dadaku, memporak-porandakan keangkuhan dari dasar yang paling dalam.
Melemparkan aku dari lembah pegunungan Meratus, sampai puncak bukit negeri Soya…
Ayah, Natal tahun ini, bertemu kah kita…?

Leave a Reply