“Aku Cinta Kamu”

Ketika cinta perlahan menyibak celah-celah mimpi
Menyingkap misteri arti sebuah bayang-bayang sepi
Kusadari…
Telah jauh aku melangkah hanya untuk sebuah mimpi
Ilusi…

Cin…
Sorry Kalau beberapa waktu belakangan terkesan nada cuek di mataku …
Bukannya aku mau belajar u/ membenci kamu, bukan pula belajar melupakan akan apa yang telah aku ungkapkan sebagai janji aku dulu.
Jujur saja sebenarnya aku masih sangat sayang sama kamu, aku masih sangat mencintai kamu. Tapi apa daya, aku ngga mau pada akhirnya nanti kamu beranggapan bahwa aku terlalu memaksakan diri, untuk sebuah cinta dan kasih sayang dari kamu.
Mustahil untuk bisa melupakan, apalagi membenci kamu. Karna bagi ku kamu adalah karunia, satu-satunya merpati yang pernah hinggap dan bersarang dalam ke’hampa’an lorong^^ waktu, sebuah hati yang sekian lama membeku.
Setiap hela nafas ku coba u/ menggayut seuntai harapan sebuah cinta, namun yang kudapat hanyalah seonggok ranting^^ kering… Hatiku yang kerontang menahan akan dahaga, haus akan bukti dari lahirnya sebuah mimpi kelabu …
Perlahan kurasakan duka mulai memudar… Mencoba beranjak pergi dari lukisan-lukisan rindu. Tapi cinta seakan tak henti-hentinya menyeret kepingan^^ duka sehingga menutupi celah^^ ruang emosi… Membunuh setiap kemampuanku tuk beranjak pergi…
Aku masih sayang kamu ….
Demikianlah bisik tetes demi tetes air hujan mewakili rintihanku dimalam itu ….
Indah memang …
Tapi tak seindah dikala tetesan^^ itu mengalir dari tatapan mata kelu dari balik awan^^ kelabu…
Kenapa harus menangis untuk membuktikan sebuah cinta…??
Dan kenapa bukan cinta yang pergi dan menenggelamkan diri dalam kebisuan itu…?
Tapi coba tatap lebih dalam lagi, tengok dan pandanglah dengan hati yang terbuka…
Biarkan hembusan angin malam itu medinginkan suasana hati yang tertutup emosi…
Dengarkan apa kata alam sekitarmu, tentang apa yang baik dan yang buruk, ketika semua kepalsuan itu mengaburkan mata hatimu, untuk membedakan antara cinta atau dusta…
Kar’na sebenarnya…
Bukan menangis untuk cinta …
Tetapi cinta, yang telah memaksaku menelan perih itu… Ketika detak jantungku tak henti-hentinya berkata “Aku cinta Kamu”…….

Leave a Reply