A tribute to a friend…

Sepi atau tidak hanyalah karena kita berbeda dalam mendefinisikan arti ramai.
Kita sering menyebut orang sepi dan mengira ia sendiri, padahal sebenarnya tidak, ia hanya memiliki dunianya sendiri.
Ia membentuk keramaian yang terbebas dari kumpulan manusia yang suka mencela, menghina, mencibir dan membicarakan keburukan.
Sahabatnya adalah buku-buku, catatan-catatan, komik dan jurnal usang, atau sekedar tulisan2 di balik layar kaca.
Mendengar saja, melihat saja. Tanpa bersuara.
Ia menciptakan dunia dimana ia menjadi penguasa atas diri dan semuanya.
Lalu kita, sudahkah kita berkuasa atas diri kita sendiri? Mata kita? Lidah kita? Hati kita…

Leave a Reply